Kajian terjemah Fawaidul Mukhtaroh Part 2
*Belajar ➡Mengamalkan ilmu ➡ mengajarkan ilmu*
إعلم أن من أجل ثمرات العلم وفوائده تعليمه وبذله للناس، فذلك من افضل القربات، الموصلة الى ارفع المقامات، ويكفى فى شرف ذلك قول النبي عليه الصلاة والسلام «انما بعثت معلما».
Ketahuilah! bahwa di antara buah terbesar dari ilmu dan manfaat- manfaatnya adalah mengajarkan dan memberikannya kepada manusia. Itu termasuk ibadah yang paling utama, yang dapat menyampaikan pada derajat tertinggi. Cukuplah menunjukkan kemuliaan hal itu sabda Nabi Muhammad ﷺ : *"Sesungguhnya aku diutus sebagai pengajar."*
وقال عيسى عليه السلام«من تعلم وعمل وعلّم يدعى عظيما فى ملكوت السموات» فينبغى للعالم أن يعمل بعلمه أولا، ثم يعلّم غيره لكى ينتفع ذلك الغير به، فيبقى له الأجر ويستمر له الثواب مادام يُنتفع بعلمه الى يوم المآب.
Nabi Isa as. mengatakan, "Barangsiapa yang belajar, mengamalkan ilmu pada diri sendiri dan mengajarkan pada orang lain maka ia diseru sebagai seorang yang agung di alam langit." Seseorang yang berilmu hendaklah mengamalkan ilmunya terlebih dahulu, baru kemudian mengajar orang lain agar orang lain mendapat manfaat dengannya. Maka pahala dan ganjarannya akan tetap ia dapatkan selama ilmunya bermanfaat sampai hari Kiamat.
وقال ﷺ «افضل الصدقة أن يتعلم المرأ المسلم علما ثم يعلّمه أخاه المسلم» وورد أن الله تعالى أوحى إلى موسى«تعلمِ الخير وعلِّمه الناس، فإنى منور لمعلم العلم ومتعلميه قبورهم حتى لا يستوحشوا لمكانهم. (المنهج السوي : ١١٥-١١٨)
Nabi Muhammad ﷺ bersabda *Sedekah yang paling utama adalah apabila seorang muslim mempelajari ilmu kemudian mengajarkannya kepada saudaranya sesama muslim*
Terdapat pula keterangan yang menyebutkan bahwa Allah memberikan wahyu kepada Nabi Musa, *"Pelajarilah kebaikan dan ajarkanlah kepada manusia, karena sesungguhnya Aku memberikan cahaya kepada orang yang mengajarkan ilmu dan orang yang mempelajarinya di kubur mereka, sehingga mereka tidak merasa kesepian di tempat mereka.*
*KEUTAMAAN ILMU DAN MENGAJAR [2]*
*Pertemuan ke 2 Hal : 12*
بسم الله الرحمن الرحيم
3. Dari Rasulilllah ﷺ beliau bersabda: “Sesungguhnya kalian hidup di zaman yang fuqoha'nya (ulama) banyak dan penceramahnya sedikit, sedikit yang minta-minta dan banyak yang memberi, beramal pada waktu itu lebih baik dari berilmu. Dan akan datang suatu zaman yang ulama'nya sedikit dan penceramahnya banyak, peminta-minta banyak dan yang memberi sedikit, berilmu pada waktu itu lebih baik dari beramal.” (HR. Ath-Thabrani).
4. Imam Hasan al-Bashri berkata: "Jika Ilmu mempunyai bentuk maka bentuknya lebih baik dari bentuknya matahari, bulan, bintang-bintang dan langit".
<al-Manhaj as-Sawy: 90>
5. Ibnu Abbas Ra. berkata: "Nabi Sulaiman diberi pilihan antara ilmu, harta dan kekuasaan. Lalu ia memilih *ilmu,* maka Allah memberinya ilmu sekaligus memberinya harta dan kekuasaan".
<al-Manhaj asSawi: 90> keterangan senada di <Durroh al-Nasihin: 15>
6. Imam Syafi'i berkata: "Barang siapa menginginkan dunia, hendaknya menggunakan ilmu, dan barang siapa ingin akhirat, hendaknya menggunakan ilmu, karena sesungguhnya ilmu itu dibutuhkan di dalam keduanya".
<al-Manhaj as-Sawy: 91> keterangan senada di <al-Bayan: 1/ 59>
7. Diceritakan dalam sebuah riwayat bahwa dunia itu diberikan oleh Allah kepada orang yang dicintainya mau pun yang tidak dicintainya, sedangkan *ilmu tidak diberikan oleh Allah kecuali kepada orang yang dicintainya dari orang-orang yang baik.*
<al-Manhaj as Sawi: 110> keterangan senada di <Nasyr Thiyy alTarif : 98>
Ahad, 17 Juni 2018
*Ubaidillah Arsyad Djaelani*
Komentar
Posting Komentar