IBADAH TANPA ILMU [1]

بسم الله الرحمن الرحيم

1. Telah dinukil dari Imam Ghozali dan ulama' lainnya bahwasanya kaum muslimin (ulama) telah sepakat atas :

لا يجوز لأحد الإقدام على فعل حتى يعلم حكم الله فيه.

*Tidak diperbolehkannya seseorang untuk melakukan suatu pekerjaan hingga dia mengetahui hukum Allah di dalamnya.* <Fath al Allam: 4/142>

2. Umar bin Khattab berkata: 

لا يبعْ فى سوقنا ولا يشترِ من لم يتفقه فإن من لم يتفقه أكل الربا وهو لا يعلم

*"Orang yang tidak mengerti hukum (agama) tidak diperkenankan melakukan transaksi jual beli di pasar kami, karena sesungguhnya orang yang tidak mengerti hukum akan makan riba tanpa menyadarinya"* <alNashaih alDiniyah: 328>

3. Umar bin Abdul Aziz berkata: 

من عمل على غير علم كان ما يُفسده أكثرَ مما يُصلحه

*"Barang siapa beramal tanpa didasari oleh ilmu, maka sesuatu yang merusaknya lebih banyak daripada sesuatu yang memperbaikinya."* 

<Fath al 'Allam: 4/142>

4. Andaikan ada seseorang yang beribadah kepada Allah  seperti ibadahnya para malaikat di langit, namun tanpa didasari oleh ilmu, niscaya dia termasuk orang-orang yang rugi. <alManhaj asSawi: 81> keterangan senada di <'ilaj alAmradl Al Radiyyah: 15> 

5. العلم بلا عمل جنون، والعمل بغير علم لايكون

*Ilmu tanpa amal itu gila* (Karena hal itu bagaikan orang yang menanam bibit buah dan merawatnya bertahun-tahun hingga tumbuh besar, dan tatkala berbuah dengan lebat dia membuangnya dengan percuma dan tidak memanfaatkan buahnya, maka tidak berbuat seperti itu kecuali orang yang gila.) *dan amal tanpa ilmu itu sia-sia* (Karena akan sia-sia jika dia beramal akan tetapi amalnya tidak diterima oleh Allah karena tanpa didasari dengan ilmu). <Ayyuha a Walad: 7> 

6. Diceritakan bahwasanya ada seseorang dari Maroko yang sangat tekun beribadah, ia telah membeli keledai betina yang tidak ia gunakan untuk apa pun. Maka ketika seseorang bertanya tentang alasan dia menahan keledai betina tersebut, dia menjawab "Aku tidak menahannya kecuali hanya untuk menjaga kemaluanku", dia sebelumnya tidak mengetahui larangan menyetubuhi hewan, maka ketika ia mengetahuinya, ia langsung menangis sejadi-jadinya. <alManhaj as Sawi: 81> keterangan senada di <Risalah alMu'awanah: 73>

اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه اجمعين


وروي عن ابن مسعود مرفوعاً ( إن من اقتراب الساعة أن يصلي خمسون نفساً لا تقبل لأحدٍ منهم صلاة ) رواه أبو الشيخ في كتاب " الفتن " ومعناه: أنهم لايأتون بشروطها وأركانها، فلا تصح لأحدهم صلاة فلا تقبل منهم. ( الإشاعة : ١٦٧)

Diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud secara marfu' bahwasanya sebagian dari tanda-tanda hari kiamat adalah adanya 50 orang yang shalat tapi tidak ada yang diterima. Maknanya : mereka tidak mengerjakan shalat dengan syarat-syaratnya dan rukun-rukunya sehingga shalat mereka tidak sah dan diterima.

Syaikhina Maimoen Zubair berkata :

العلم مقدم على العمل لأن العلم يكون من غير عمل والعمل لايكون بغير علم 

Kalian punya ilmu saja belum mengamalkan itu sudah dapat pahala, tetapi amal tanpa ilmu ghoiru maujud (tidak ada artinya) 

Syaikh Ibnu Ruslan berkata dalam nadzomnya :

فَـعَــالِــمٌ بِـعِـلْـمِــهِ لَــــــمْ يـَعْـمَــلَــنْ 🔹 مُـعَــذَّبٌ مِنْ قَـبْــلِ عُـبَّــادِ الــوَثَــنْ. 

وَكُـــلُّ مَـنْ بِـغَـيْرِ عِلْم يـَعْـمَــلُ 🔹 أَعْــمَــالُــهُ مَـرْدُوْدَةٌ لَا تُــقْــبَـــلُ


Seseorang yang berilmu tapi ia tidak mengamalkan ilmunya 🔹 Ia akan di adzab sebelum para penyembah berhala diadzab

Dan setiap orang yang beramal tanpa didasari dengan ilmu 🔹 maka  ibadahnya ditolak atau tidak diterima.

أما العمل بما يعلمه من الواجبات فقد ذكره بقوله فعالم بعلمه لم يعملن معذب من قبل عباد الوثن أي أن العالم إذا لم يعمل بعلمه بأن ترك شيئا مما تعين عليه عمله أو ارتكب محرما يعذبه الله إن لم يعفو عنه قبل تعذيبه عابد الوثن وهو الصنم إذ العالم ارتكب المعصية عالما بتحريمها وعابد الوثن غير عالم بتحريم عبادته وعن أنس بن مالك رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال الزبانية أسرع إلى فسقة القراء منهم إلى عبدة الأوثان فيقولون يبدأ بنا قبل عبدة الأوثان فيقال لهم ليس من يعلم كمن لا يعلم رواه الطبراني وأبو نعيم ( غاية البيان بشرح صفوة الزبد)

Orang pintar jika tidak mengamalkan ilmunya dengan gambaran tidak mengerjakan kewajiban atau mengerjakan keharaman maka Allâh akan menyiksanya (jika ia tidak diampuni) sebelum penyembah berhala karena orang yang pintar melakukan maksiat dengan disengaja (tau kalau itu haram) dan penyembah berhala tidak tau kalau menyembah berhala itu salah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kajian terjemah Fawaidul Mukhtaroh Part 1

Kajian terjemah Fawaidul Mukhtaroh Part 4